Uncategorized

Ramadhan is Still Here


I was so moved by the poem written by someone about ramadhan entitled :

One night I heard a knock on my door;
Who can it be,I wasn’t quite sure.
I open the door and am filled with glee;
The visitor ahead is no stranger to me.
I welcome the guest with utmost delight;
For I know it has come to give me respite.
An air of happiness fills the space;
My home now seems, a better place!
Here Ramadhan is;
A guest to my home.
Beautiful indeed. When i read it, i cant help myself not to feel ashamed. Feeling ashamed for not becoming a good hostess to my most honourable visitor, ramadhan. As times pass by, ramadhan also say bye bye. How can I make it stay?Like the sahabah always wish Ramadhan stay for the whole year.
This is the only month where it provides the school for us to educate and train ourselves, to become the true servant of Allah…But then again, I always ask myself, do I really appreciate my time in this school? Do i feel like i want to gain anything? Most of my time, i do feel nothing, like a normal day. But alhamdulillah, the spirit is always there. Any muslims even non will acknowledge its existence and help us to sustain our own desire in this month. So it is ashamed, if we dont take the opportunity wisely and optimisely to purify ourselves in front of our Lords, isntead still act the same as we were before….

Yet another bore thought of mine but a great reminder for within …….

Uncategorized

salam… i came across this article from my bunch…


salam…
i came across this article from my bunch of email. A very enlightening reading to boost our faith in this holy month. For further reading please go here .

Picture : Ihsan MUNCUNG

Risalah Tsulasa’ oleh Imam Syahid Hasan Al-Banna

Tajuk: Renungan tentang Bulan Ramadhan
Kita panjatkan puji syukur ke hadirat Allah swt. Kita ucapkan shalawat dan salam untuk junjungan kita Nabi Muhammad, juga untuk segenap keluarga dan sahabatnya, serta siapa saja yang menyerukan dakwahnya hingga hari kiamat.
Wahai Ikhwan yang mulia. Saya sampaikan salam penghormatan Islam, salam penghormatan dari sisi Allah yang diberkati dan baik: assalamu ‘alaikum wa rahmatullah wa barakatuh.
Pada malam ini, yang merupakan akhir bulan Sya’ban, kita menutup serial kajian kita tentang Al-Qur’anul Karim, tentang kitab Allah swt. Insya Allah, pada sepuluh malam yang pertama bulan Syawal, kita kembali kepada tema tersebut. Setelah itu kita akan membuka serial baru dari ceramah-ceramah Ikhwan, yang temanya insya Allah: Kajian-Kajian tentang Sirah Nabi dan Tarikh Islam.
Ramadhan adalah bulan perasaan dan ruhani, serta saat untuk menghadapkan diri kepada Allah. Sejauh yang saya ingat, ketika bulan Ramadhan menjelang, sebagian Salafush Shalih mengucapkan selamat tinggal kepada sebagian lain sampai mereka berjumpa lagi dalam shalat ‘Id. Yang mereka rasakan adalah ini bulan ibadah, bulan untuk melaksanakan shiyam (puasa) dan qiyam (shalat malam) dan kami ingin menyendiri hanya dengan Tuhan kami.
Ikhwan sekalian, sebenarnya saya berupaya untuk mencari kesempatan untuk mengadakan kajian Selasa pada bulan Ramadhan, tetapi saya tidak mendapatkan waktu yang sesuai. Jika sebagian besar waktu selama setahun telah digunakan untuk mengadakan kajian-kajian tentang Al-Qur’an, maka saya ingin agar waktu yang ada di bulan Ramadhan ini kita gunakan untuk melaksanakan hasil dari kajian-kajian tersebut. Apalagi, banyak di antara ikhwan yang melaksanakan shalat tarawih dan memanjangkannya, sampai mengkhatamkan Al-Qur’an satu kali di bulan Ramadhan. Ini merupakan cara mengkhatamkan yang indah. Jibril biasa membacakan dan mendengarkan bacaan Al-Qur’an dari Nabi saw. Sekali dalam setahun. Nabi saw. mempunyai sifat dermawan, dan sifat dermawan beliau ini paling menonjol terlihat pada bulan Ramadhan ketika Jibril membacakan dan mendengarkan bacaan Al-Qur’an beliau. Beliau lebih dermawan dan pemurah dibandingkan dengan angin yang ditiupkan. Kebiasaan membacakan dan mendengarkan bacaan Al-Qur’an ini terus berlangsung sampai pada tahun ketika Rasulullah saw. diberi pilihan untuk menghadap kepada Ar-afiq Al-A’la (Allah swt. — pen.), maka ketika itu Jibril membacakan dan mendengarkan bacaan Al-Qur’an beliau dua kali. Ini merupakan isyarat bagi Nabi saw. bahwa tahun ini merupakan tahun terakhir beliau hidup di dunia.
Ikhwan sekalian, Ramadhan adalah bulan Al-Qur’an. Rasulullah saw. pernah bersabda mengenainya, “Puasa dan Al-Qur’an itu akan memberikan syafaat kepada hamba di hari kiamat. Puasa akan berkata, ‘Ya Rabbi, aku telah menghalangi-nya dari makan dan syahwat, maka perkenankanlah aku memberikan syafa ‘at untuknya.’ Sedangkan Al-Qur’an akan berkata, ‘Ya Rabbi, aku telah menghalanginya dan tidur di malam hari, maka perkenankan aku memberikan syafaat untuknya. ‘Maka Allah memperkenankan keduanya memberikan syafaat. ” (HR. Imam Ahmad dan Ath Thabrani)
Wahai Ikhwan, dalam diri saya terbetik satu pemikiran yang ingin saya bicarakan. Kerana kita berada di pintu masuk bulan Puasa, maka hendaklah pembicaraan dan renungan kita berkaitan dengan tema bulan Ramadhan.
Ikhwan sekalian, kita telah berbicara panjang lebar tentang sentuhan perasaan cinta dan persaudaraan yang dengannya Allah telah menyatukan hati kita, yang salah satu dampaknya yang paling terasa adalah terwujudnya pertemuan ini kerana Allah. Bila kita tidak akan berjumpa dalam masa empat pekan atau lebih, maka bukan berarti bara perasaan ini harus padam atau hilang. Kita tidak mesti melupakan prinsip-prinsip luhur tentang kemuliaan dan persaudaraan kerana Allah, yang telah dibangun oleh hati dan perasaan kita dalam majelis yang baik ini. Sebaliknya, saya yakin bahwa ia akan tetap menyala dalam jiwa sampai kita biasa berjumpa kembali setelah masa percutian ini, insyaAllah. Jika ada salah seorang dari Anda melaksanakan shalat pada malam Rabu, maka saya berharap agar ia mendoakan kebaikan untuk ikhwannya. Jangan Anda lupakan ini! Kemudian saya ingin Anda selalu ingat bahwa jika hati kita merasa dahaga akan perjumpaan ini selama minggu-minggu tersebut, maka saya ingin Anda semua tahu bahwa dahaganya itu akan dipuaskan oleh mata air yang lebih utama, lebih lengkap, dan lebih tinggi, yaitu hubungan dengan Allah swt., yang merupakan cita-cita terbaik seorang mukmin bagi dirinya, di dunia maupun akhirat.
Kerana itu, Ikhwan sekalian, hendaklah Anda semua berusaha agar hati Anda menyatu dengan Allah swt. Pada malam-malam bulan mulia ini. Sesungguhnya puasa adalah ibadah yang dikhususkan oleh Allah swt. bagi diri-Nya sendiri. “Semua amalan anak Adam adalah untuknya, kecuali puasa. la untuk-Ku dan Aku akan memberikan balasannya.”Ini, wahai Akhi, mengisyaratkan bahwa setiap amal yang dilaksanakan oleh manusia mengandung manfaat lahiriah yang bisa dilihat, dan di dalamnya terkandung semacam bagian untuk diri kita. Kadang-kadang jiwa seseorang terbiasa dengan shalat, sehingga ia ingin melaksanakan banyak shalat sebagai bagian bagi dirinya. Kadang-kadang ia terbiasa dengan dzikir, sehingga ia ingin banyak berdzikir kepada Allah sebagai bagian bagi dirinya. Kadang-kadang ia terbiasa dengan menangis kerana takut kepada Allah, maka ia ingin banyak rnenangis kerana Allah sebagai bagian bagi dirinya. Adapun puasa, wahai Akhi, di dalamnya tidak terkandung apa pun selain larangan. Ia harus melepaskan diri dari bermacam keinginan terhadap apa yang menjadi bagian dirinya. Bila kita terhalang untuk berjumpa satu sama lain, maka kita akan banyak berbahagia kerana bermunajat kepada Allah swt. Dan berdiri di hadapan-Nya, khusus-nya ketika melaksanakan shalat tarawih.
Ikhwan sekalian, hendaklah senantiasa ingat bahwa Anda semua berpuasa kerana melaksanakan perintah Allah swt. Maka berusahalah sungguh-sungguh untuk beserta dengan Tuhan Anda dengan hati Anda pada bulan mulia ini. Ikhwan sekalian, Ramadhan adalah bulan keutamaan. Ia mempunyai kedudukan yang agung di sisi Allah swt. Hal ini telah dinyatakan dalam kitab-Nya, “(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeza (antara yang haq dan yang batil).” (Al-Baqarah:185)
Wahai Akhi, pada akhir ayat ini Anda mendapati: “Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu.” (Al-Baqarah: 185) Puasa adalah kemanfaatan yang tidak mengandung bahaya. Dengan penyempurnaan puasa ini, Allah swt. akan memberikan hidayah kepada hamba-Nya. Jika Allah memberikan taufiq kepada Anda untuk menyempurnakan ibadah puasa ini dalam rangka menaati Allah, maka ia adalah hidayah dan hadiah yang patut disyukuri dan selayaknya Allah dimahabesarkan atas karunia hidayah tersebut. “Dan hendaklah kalian mencukupkan bilangannya dan hendaklah kalian mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepada kalian, supaya kalian bersyukur.” (Al-Baqarah: 185) Kemudian, lihatlah wahai Akhi, dampak dari semua ini. “Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah) bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang mendoa apabila ia berdoa kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah)-Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.” (Al-Baqarah; 186)
Wahai Akhi, di sini Anda melihat bahwa Allah Yang Maha Benar meletakkan ayat ini di tempat ini untuk menunjukkan bahwa Dia swt. paling dekat kepada hamba-Nya adalah pada bulan mulia ini. Allah swt. telah mengistimewakan bulan Ramadhan. Mengenai hal ini terdapat beberapa ayat dan hadits. Nabi saw. bersabda, “Jika bulan Ramadhan datang, pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, setan-setan dibelenggu, kemudian datang seorang penyeru dari sisi Allah Yang Mahabenar swt “Wahai pencari kejahatan, berhentilah! Dan wahai pencari kebaikan, kemarilah!'”
Wahai Akhi, pintu-pintu surga dibuka, kerana manusia berbondong-bondong melaksanakan ketaatan, ibadah, dan taubat, sehingga jumlah pelakunya banyak. Setan-setan dibelenggu, kerana manusia akan beralih kepada kebaikan, sehingga setan tidak mampu berbuat apa-apa. Hari-hari dan malam-malam Ramadhan, merupakan masa-masa kemuliaan yang diberikan oleh Al-Haq swt., agar orang-orang yang berbuat baik menambah kebaikannya dan orang-orang yang berbuat jahat mencari karunia Allah swt. sehingga Allah mengampuni mereka dan menjadikan mereka hamba-hamba yang dicintai dan didekatkan kepada Allah.
Keutamaan dan keistimewaan paling besar bulan ini adalah bahwa Allah swt. telah memilihnya menjadi waktu turunnya Al-Qur’an. Inilah keistimewaan yang dimiliki oleh bulan Ramadhan. Kerana itu, Allah swt. mengistimewakan dengan menyebutkannya dalam kitab-Nya.” (Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al-Qur’an.” (Al-Baqarah: 185)
Ada ikatan hakikat dan fisik antara turunnya Al-Qur’an dengan bulan Ramadhan. Ikatan ini adalah selain bahwa Allah telah menurunkan Al-Qur’an di bulan Ramadhan, maka di bulan ini pula Dia mewajibkan puasa. Kerana puasa artinya menahan diri dari hawa nafsu dan syahwat. Ini merupakan kemenangan hakikat spiritual atas hakikat material dalam diri manusia. Ini berarti, wahai Akhi, bahwa jiwa, ruh, dan pemikiran manusia pada bulan Ramadhan akan menghindari tuntutan-tuntutan jasmani. Dalam kondisi seperti ini, ruh manusia berada di puncak kejernihannya, kerana ia tidak disibukkan oleh syahwat dan hawa nafsu. Ketika itu ia dalam keadaan paling siap untuk memahami dan menerima ilmu dari Allah swt. Kerana itu, bagi Allah, membaca Al-Qur’an merupakan Ibadah paling utama pada bulan Ramadhan yang mulia.
Pada kesempatan ini, Ikhwan sekalian, saya akan meringkaskan untuk Anda semua pandangan-pandangan saya tentang kitab Allah swt., dalam kalimat-kalimat ringkas.Wahai Ikhwan yang mulia, tujuan-tujuan asasi dalam kitab Allah swt. dan prinsip-prinsip utama yang menjadi landasan bagi petunjuk Al-Qur’an ada empat:
1. Perbaikan Aqidah
Anda mendapati bahwa Al-Qur’anul Karim banyak menjelaskan masalah aqidah dan menarik perhatian kepada apa yang seharusnya tertanam sungguh-sungguh di dalam jiwa seorang mukmin, agar ia bisa mengambil manfaatnya di dunia dan di akhirat. Keyakinan bahwa Allah swt. adalah Yang Maha Esa, Yang Mahakuasa, Yang menyandang seluruh sifat kesempurnaan dan bersih dari seluruh kekurangan. Kemudian keyakinan kepada hari akhir, agar setiap jiwa dihisab tentang apa saja yang telah dlkerjakan dan ditinggal kannya. Wahai Akhi, jika Anda mengumpulkan ayat-ayat mengenai aqidah dalam Al-Qur’an, niscaya Anda mendapati bahwa keseluruhannya mencapai lebih dari sepertiga Al-Qur’an. Allah swt. berfirman dalam surat Al-Baqarah, “Hai manusia, beribadahlah kepada Rabb kalian Yang telah menciptakan kalian dan orang-orang yang sebelum kalian, agar kalian bertaqwa. Dialah Yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagi kalian dan langit sebagai atap, dan Dia menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia menghasilkan dengan hujan itu segala buah-buahan sebagai rezeki untuk kalian; kerana itu janganlah kalian mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah padahal kalian mengetahui.” (Al-Baqarah: 21-22)
Wahai Akhi, setiap kali membaca surat ini, Anda mendapati kandungannya ini melintang di hadapan Anda. Allah swt. juga berfirman dalam surat Al-Mukminun, “Katakanlah, Kepunyaan siapa-kah bumi ini, dan semua yang ada padanya, jika kalian mengetahui?’ Mereka akan menjawab, ‘Kepunyaan Allah.’ Katakanlah, ‘Maka apakah kalian tidak ingat?’ Katakanlah, ‘Siapakah Yang Empunya langit yang tujuh dan Yang Empunya ‘Arsy yang besar?’ Mereka akan menjawab, ‘Kepunyaan Allah.’ Katakanlah, ‘Maka apakah kalian tidak bertaqwa?’ Katakanlah, ‘Siapakah yang di tangan-Nya berada kekuasaan atas segala sesuatu sedang Dia melindungi, tetapi tidak ada yang dapat dilindungi dari (adzab)-Nya, jika kalian mengetahui?’ Mereka akan menjawab, ‘Kepunyaan Allah.’ Katakanlah, ‘(Kalau demikian), maka dari jalan manakah kalian ditipu?’ Sebenar-nya Kami telah membawa kebenaran kepada mereka, dan sesungguhnya mereka benar-benar orang yang berdusta.” (Al-Mukminun: 84-90)
Allah swt. juga berfirman di surat yang sama, “Apabila sangkakala ditiup maka tidaklah ada lagi pertalian nasab di antara mereka pada hari itu dan tidak pula mereka saling bertanya. Barangsiapa yang berat timbangan (kebaikannya) maka mereka itulah orang-orang yang dapat keberuntungan. Dan barangsiapa yang ringan timbangan (kebaikannya), maka mereka itulah orang-orang yang merugikan dirinya sendiri, mereka kekal di dalam neraka Jahanam.” (Al-Mukminun: 101-103)
Allah swt. juga berfirman, “Apabila bumi diguncangkan dengan guncangan yang dahsyat. Dan bumi telah mengeluarkan beban-beban berat (yang dikandung)nya. Dan manusia bertanya, ‘Mengapa bumi (jadi begini)?’ Pada hari itu bumi menceritakan beritanya. Kerana sesungguhnya Tuhanmu telah memerintahkan (yang demikian itu) kepadanya. Pada hari itu manusia keluar dari kuburnya dalam keadaan yang bermacam-macam, supaya diperlihatkan kepada mereka (balasan) pekerjaan mereka. Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrah pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan seberat dzarrah pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula.” (Az-Zalzalah: 1-8)
Allah swt. berfirman, “Hari Kiamat. Apakah hari Kiamat itu? Tahukah kalian apakah hari Kiamat itu?” (Al-Qari’ah: 1-3) Dalam surat lain Allah berfirman, “Bermegah-megahan telah melalaikan kalian. Sampai kalian masuk ke dalam kubur. Janganlah begitu, kelak kalian akan mengetahui (akibat perbuatan kalian itu). Dan janganlah begitu, kelak kalian akan mengetahui.” (At-Takatsur: 1-4) Wahai Akhi, ayat-ayat mi menjelaskan hari akhirat dengan pen-jelasan gamblang yang bisa melunakkan hati yang keras.
2. Pengaturan Ibadah
Anda juga membaca firman Allah swt. mengenai ibadah. “Dan dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat.” (Al-Baqarah: 43) “…diwajib-kan atas kalian berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian.” (Al-Baqarah: 183) “…mengerjakan haji adalah kewa-jiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah.” (Ali-Imran: 97) Maka aku katakan kepada mereka, “Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun.” (Nuh: 10) Dan banyak lagi ayat-ayat lain mengenai ibadah.
3. Pengaturan Akhlak
Mengenai pengaturan akhlak, wahai Akhi, Anda biasa membaca firman Allah swt. “Dan demi jiwa serta penyempurnaan (ciptaan)-nya. Maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketaqwaannya.” (Asy-Syams: 7-8) “…Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum, sehingga mereka mengubah keadaan yang ada dalam diri mereka sendiri.” (Ar-Ra’d:11) “Adakah orang yang mengetahui bahwasanya apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu itu benar sama dengan orang yang buta? Hanyalah orang-orang yang berakal saja yang dapat mengambil pelajaran. (Yaitu) orang-orang yang memenuhi janji Allah dan tidak merusak perjanjian. Dan orang-orang yang sabar kerana mencari ridha Tuhannya, mendirikan shalat, dan menafkahkan sebagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka, secara sembunyi atau terang-terangan serta menolak kejahatan dengan kebaikan; orang-orang itulah yang mendapat tempat kesudahan (yang baik). (Yaitu) surga ‘Adn yang mereka masuk ke dalamnya bersama-sama dengan orang-orang yang shalih dari bapak-bapaknya, istri-istrinya dan anak cucunya, sedang malaikat-malaikat masuk ke tempat-tempat mereka dari semua pintu. (Sambil mengucapkan), ‘Salamun ‘alaikum bima shabartum (keselamatan atasmu berkat kesabaranmu),’ maka alangkah baiknya tempat kesudahan itu.” (Ar-Ra’d: 19-24) Wahai Akhi, Anda mendapati bahwa akhlak-akhlak mulia bertebaran dalam kitab Allah swt. dan bahwa ancaman bagi akhlak-akhlak tercela sangatlah keras. “Dan orang-orang yang memutuskan apa-apa yang Allah perintahkan supaya dihubungkan dan mengadakan kerusakan di bumi, orang-orang itulah yang memperoleh kutukan dan bagi mereka tempat kediaman yang buruk (Jahanam).” (Ar-Ra’d: 25)
Inilah peraturan-peraturan tersebut, Ikhwan sekalian, sebenarnya, peraturan-peraturan itu lebih tinggi daripada yang dikenal oleh manusia, kerana di dalamnya terkandung semua yang dikehendaki manusia untuk mengatur urusan masyarakat. Ketika mengupas sekelompok ayat, maka Anda mendapati makna-makna ini jelas dan gamblang. “Seperempat Juz Khamr” yang diawali dengan “Mereka bertanya kepadamu tentang khamr dan judi” (Al-Baqarah: 219), mengandung lebih dari dua puluh lima hukum praktis: tentang khamr, judi, anak-anak yatim, pernikahan laki-laki dan wanita-wanita musyrik, haid, sumpah, ila’, talak, rujuk, khuluk, nafkah, dan hukum-hukum lainnya yang banyak sekali Anda dapatkan dalam seperempat juz saja. Hal ini kerana surat Al-Baqarah datang untuk mengatur masyarakat Islam di Madinah.Ikhwan tercinta, hendaklah Anda semua menjalin hubungan dengan kitab Allah. Bermunajatlah kepada Tuhan dengan kitab Allah. Hendaklah masing-masing dari kita memperhatikan prinsip-prinsip dasar yang telah saya sebutkan ini, kerana itu akan memberikan manfaat yang banyak kepada Anda, wahai Akhi. Insya Allah Anda akan mendapatkan manfaat darinya.
Semoga shalawat dan salam dilimpahkan kepada Sayidina Muhammad dan kepada segenap keluarga dan sahabatnya.

Uncategorized

Ramadhan Kareem

Assalamualaikum sume,

kini ramadhan telah kembali menyapa kita, semenjak 11 bulan yang menempa pancaroba hidup yang pelbagai. Bagi diriku, Ramadhan kali ni datang secara mengejut dan tidak disangka2. Instant-messaging yang kuterima dari rakan bruneiku Fetty lewat MSN Messenger menyentak perasaanku seketika. Aku berasakan aku belum bersedia menyambut kehadiran bulan yang penuh barakah ini. Seharusnya aku tahu terlebih dahulu supaya persediaan dapat dilakukan secara mental dan fizikal.

Namun alhamdulillah, permulaan Ramadhan disambut dengan penuh syukur dan gembira oleh warga muslim di Dundee ini. Masjid Jamia ,markaz ibadah di ‘kota pertemuan’ ini (Dundee dikenali sebagai ‘city of discovery’) meriah dengan kehadiran sahabat2 muslimku di sini. Jatuh cinta aku melihat mereka berbondong2 ke rumah Allah bagi mengagungkan Allah di malam pertama yang mulia ini. Ketika itu dapat kurasakan sayap-sayap malaikat seolah-olah memayungi mereka yang bersujud dan bertahanut kepadaNya di malam itu. Syaitan-syaitan telahpun terbelenggu kejap di langit, memberi ruang dan peluang kepada manusia untuk bebas dari godaan dan bisikan mereka. JAdilah mereka manusia yang lebih mulia dari malaikat. Tiada perantara antara mereka dengan Allah melainkan detik-detik yang berlalu tanpa ibadah dan zikir kepadaNya. Diwaktu ini , bermulalah episod si manusia untuk lebih mengenali dirinya dan nafsunya. Sedarlah kini, yang asyik mengajaknya kepada kejahatan dahulukala adalah hawanya, bukan syaitan yang direjam. Menyesallah diri tersebut lalu bersungguh-sungguhlah ia utk bangkit membebaskan diri dari rantaian belenggu nafsu yang mencengkam jiwa.

Ahlan wasahlan ya Ramadhan! Pintu syurga dibuka luas, pintu neraka ditutup rapat. Inilah bulan yang permulaannya rahmat, pertengahannya maghfirah dan penghujungnya itqun minannar’! Inilah bulan yang menyatukan persaudaraan sesama muslim, mengangkat martabat seseorang insan juga bulan kebebasan dari api neraka.

Aku merasakan kenikmatannya tatkala sahabat sekumpulanku yang tidak pernah berbual dengan aku sebelum ini mengucapkan ‘ Ramadhan Mubarak’. Dia seorang Muslim yang ingin sekali kuceritakan tentang Islam kerana tidak pernah langsung melihat kelibatnya di musala mahupun nampak dia bersama rakan muslim lain mengimarahkan ajaran Deen ini. Aku merasakan dia merupakan antara muslim yang hanyut dengan arus hedonisme yang membarah dalam umat ini. Aku kesian melihatnya namun aku tidak pernah mempunyai peluang untuk bercerita kepdanya. Tentu kerana dia seorang teruna dan aku adalah dara menyebabkan aku perlu lebih berhati-hati untuk melaksanakan amanah aku sebagai penyeru agama Allah ini. Serba salah rasanya jika kehadiran aku di dalam kumpulan tersebut tidak memberi kesan kepada sahabatku terutama yang muslim. Ingin sekali aku memberikannya makalah ataupun bookmark yang menceritakan tentang ramadhan agar hati dia akan terasa dekat dengan Islam.

Akhirnya aku menyarnkan agar dia ke masjid yang menyediakan makanan percuma sewaktu berbuka. Semoga hatinya akan lebih dekat dengan Islam insyaallah. KAwan2 ada cadangan tak camne nak buat kalau anda dalam situasi saya?memang tidak boleh seorang perempuan berdakwah secara sendiri kepada seorang lelaki, namun saya tidak sanggup melihat saudara seislam kita terus hanyut. Mungkin media cetak boleh membantu. betul tak?

oklah. masa untuk berhenti menaip sudah tiba. hingga bertemu di peluang yang ada. Selamat memanfaatkan ramadhan yang tiba!

Uncategorized

big test

It has been a while since I stop by here and say hello to everyone.
New semester has started and everything need to be catered. New house, new friends, new environment.
I am grateful for everything that happened to me, even in the eyes of lay people they might think how hard it has been for me. It was hard and I was tormented by the experience. But I learned that sometimes, in order for us to learn a huge lesson in life, one need to be tested , to be punched and kicked so hard so that one can remember it forever.

Since it was happened, I begin to listen what people had said, ‘Everything happen for a greater reason’. In Malay, ppl would say, ‘Setiap kejadian tu, ada hikmah disebaliknya’ Which are so true. Even the slightest that ever happen to you, there are greater reasons behind it that the human being are difficult to comprehend. Allah already wrote in Lauh Mahfuz ( the place where everyhting about Bani Adam is written-from the day he was born until he died) every single thing about every single human that ever existed in this world. Even if a leave fall, Allah has the knowledge about it.

Thats why, for every single test and obstacle we face,dont ever give up on Allah. Of course the pressure is high and our limitation in coping with the tension is low, but when you have hope in Allah and be steadfast with Him, everything seems to be quite clear and easy for you. Trust me, if you are believer, you know what I mean.

Uncategorized

masa bertapa akan tiba


assalamualaikum,

hmmmm…… saya tiba di rumah baru pada ahad ni. rumah baru tu belum ada lagi bekalan internet. telefon saya ‘3’ pun ada problem sekarang ni. entah bila akan dapat yang baru. persekolahan akan start hari isnin ini. segala2nya akan berlaku dengan banyaknya bermula hari isnin ni. dan saya yang telah menjadi superlazy semenjak 2-3 bulan yang lalu akan menjadi superbusy . saya akan jadi kelam kabut dan saya rasa bertambah ‘horror’ memikirkan detik2 saya masuk semester baru ni. loghat scottish telah sedikit tertanggal dari lidah saya. telinga saya sudah lama tidak bertamukan bahasa inggeris berloghat utara ini. saya harus bekerja lebih supaya saya boleh bersembang dengan kawan2 saya di dundee nanti. tidak mahu lagi terasa keluar dari kumpulan kerana tidak memiliki kecekapan berbahasa inggeris. mereka cakap sangat cepat dong!

dalam masa yang sama, detik2 saya bersama rakan2 saya di sheffield akan turut berakhir. tidak dapat saya nafikan saya agak kecewa kerana tak dapat nak spend masa yang banyak dengan mereka kerana masing2 mempunyai tanggungjawab yang harus dipenuhi..almaklum, masing2 semakin sibuk sekarang.

teringat kata-kata cikgu saya; semakin kita besar, semakin banyak urusan dan masalah kita. mmg benar, semakin kita besar, semakin terhad masa kita untuk banyak perkara. perubahan2 dalam hidup kita menyebabkan kita harus membuat pilihan yang tepat dalam hidup. tentu banyak perkara yang mahu kita capai dalam hidup, tetapi kerana bznya kita, kita harus memilih apakah yang lebih penting, dan mendatangkan manfaat buat kita. dalam perkara ini, tidak sedikit mereka yang salah dalam membuat pilihan dalam hidup.

oleh kerana itu, perlulah kita tau untuk menarik kesemua pilihan2 kita itu untuk berpaksikan kepada keredhaan Allah. supaya kita tidak akan mengecewakan orang, dan kita juga tidak akan kecewa bila dikecewakan orang.

Allah telah pun mengariskan paksiNya buat kita :

‘ Kamu adalah umat terbaik yang dilahirkan bagi manusia, kamu menyuruh kepada makruf dan mencegah kemungkaran dan kamu beriman kepada ALlah ‘ (Al-Imran :110)

Khalifah Umar pernah berkata berhubung dengan ayat ini , ‘Sesiapa yang suka digolongkan dalam golongan umat yang terbaik ini, tunaikanlah syarat Allah yang terdapat dalam ayat ini.’

1) Suruh pada ma’ruf
2) cegah kemungkaran
3) Beriman kepada Allah

dalam surah Al-Asr pun begitu,

‘Demi Masa,, sesungguhnya manusia itu berada dalam kerugian. KECUALI mereka yang beriman, dan beramal soleh, dan berpesan-pesan kepada kebenaran dan berpesan kepada kesabaran’

1) beriman
2) Amal soleh
3) pesan kepada kebenaran dan kesabaran.

Disebab kan surah Al-Asr turun sebelum perintah solat diwajibkan lagi, maka amal soleh yang difirmankan ALlah itu adalah berbentuk dakwah;menyeru manusia ke arah kebaikan dan mencegah kemungkaran. (Tafsir fi zilalil qur’an)

hmmmmm…… mmg senang menyebut, nak membuatnya amat payah, bukan?

bagaimana iman kita hari ini? tentunya perlu kita jawab dan perbaiki sendiri untuk jadi umat terbaik.umat yang takkan mengecewakan orang dan takkan dikecewakan. Allahualam

Uncategorized

Humaira’



Saya membrowse website sahabat saya dari US http://awangshamsul.net ‘ Korang boleh browse juga and jumpa radio bile scroll ke bawah. Kilik kat lagu Humaira’. You will love the song!

Bestnya banyak lagu nasyid nama AISYAH! hehehehe perasan japs.

ok. hari ni saya nak kongsi sajak pula… tak taulah oke ke tak.. tapi bolehlah kaitkan dengan citer yang ada di bawah tu.

Menagih Cinta

kadang ku tidak mengerti
mudah saja kuterasa pada kekasih hati
yang dilihat kecil kesalahannya dirasakan besar
yang dirasakan besar sangat-sangat membunuh perasaan

sehingga aku merana dan menangis sendiri
menanggung perasaan sedih di hati
ku tidak mengerti,
adakah ini bukan cinta sejati?
sepatutnya membahagiakan diri tetapi lebih mendukacitakan kalbu ini?
atau sebenarnya ada pelajaran di sebalik semua ini?

Mungkin Allah mahu aku memahami
manusia itu semuanya alpa sekali
lemah dan kadang-kadang lupa diri,
lebih merbahaya terus melupakan Ilahi.

Kita sering resah apabila diketepikan manusia,
sering resah apabila tidak mendapat menikmati cinta mereka,
sering juga gelisah bila dikatakan belum berpunya,
apatah lagi bila orang asyik bertanya: ‘kawan kau tu dah kahwin, kau bila pula?’

sering kali kita terjebak dengan cinta yang semu,
cinta yang dilihat bahagia tetapi tidak semestinya begitu,
lantas nafsu diturutkan semborono sahaja,
tanpa memikirkan dosa dan pahala,
mencari kedamaian dan kebahagian hati,
namun akankah ditemui?

apabila perasaan cinta membelakangi tuhan,
tentulah masalah keruntuhan ahlak tidakkan berkesudahan,
cinta diagungkan dan menjadi pujaan,
sehingga matlamat hidup mengejar cinta murahan.

mengapa wahai manusia yang berakal?
kejarlah cinta yang paling agung dan membahagiakan!
cinta yang tidak mengecewakan dan menyakitkan,
cinta yang menyuluh arah tujuan kehidupan.

memang sukar memang susah,
namun Tuhan tidak membiarkan kita keseorangan,
mencari cintanya tidak parah,
kan al-quran dan as-sunnah sudah habis dibentangkan?

Tak kenal maka tak cinta.
maka kenalilah Allah dengan ilmu di dada,
iman dan taqwa yang dihayati sepenuh jiwa,
Quran dan Sunnah bukan dihafal semata,
tetapi menjadi pedoman sepanjang masa,
jadilah kita Al-quran yang bergerak di dunia!

ya allah,
keluarkanlah aku dari penjara perasaan ini,
kau kurniakan aku perasaan cinta
tetapi aku telah salah dalam mengarahkannya
kurniakanlah aku hidayah dan maghfirah
ketenangan dan kedamaian yang membahagiakan jiwa,
tunjukkanlah daku arah cinta bagi hatiku ini,
agar yang kutemui adalah cinta sejati dan hakiki,
agar dia sentiasa bersemadi aman dan permai
dan raja kepada diri ini dapat memerintahkan rakyatnya
dengan adil dan saksama sepanjang hayat ini….

amen ya rabbal alamin…..

cerpen

cerpen buat adikku….


assalamualaikum,

saya diminta untuk menulis sebuah cerpen untuk dikeluarkan dalam majalah Bicara Kembara edisi yang baru.

seperti biasa, saya memilih tajuk cinta sebagai tema utama. bukan apa, saya rasakan tajuk ni sangat sinonim bagi golongan muda dan menjadi tarikan yang mudah untuk membaca sesebuah cerita. walaupun saya sendiri berasa muak untuk menyentuh persoalan itu, namun saya yakin ramai antara kita yang masih tertipu dalam menafsir cinta yang sebenar dan terbuai2 dalam asmara cinta yang tidak akan bawa ke mana2.

cerpen saya tu ada saya dapat ilham dari citer tersebut.
cerpen ini masih perlu diperbaiki. saya sendiri tidak merasakan cerpen ini cukup bagus. so, bolehlah tolong komen kat tagboard saya kalau sudi ye….

wassalam.

‘Detik pertama ku mengenali dirimu, detik aku mengenali diriku..’
Oleh: Manfira Aula.

Teringat dia pada filem ‘Tollgate Girl’ lakonan Amy Mastura dan Rashid Salleh.. Kisah mengenai seorang lelaki yang mula mengenali dan menikmati kehidupan bekeluarga dan berhari raya setelah berjumpa dengan cinta sejatinya, the tollgate girl. Bagi dia, dia juga meminati cerita tersebut bukan sahaja kerana dia sangat meminati lakonan Amy Mastura, tetapi dia sangat tertarik dengan pendekatan yang dibawa oleh pengarah filem itu, penuh dengan perasaan cinta kepada keluarga dan budaya kampung.

Sofya tersenyum sendiri. Dia teringat kata-kata Rashid Salleh kepada Amy Mastura: ‘Detik pertama kumengenali dirimu adalah detik aku kenal diriku..’

Wahhhh! Romantisnya! Dia memeluk bantal kesayangannya sambil bermenung di atas katil, menantikan kelopak matanya tutup tatkala membayangkan dirinya bertemu dengan cinta sejatinya..

16 September 2005
8.00 am

‘Abah, camne ni? Panjangnya barisan dia!! Kita kene masuk at least satu jam sebelum departure. Ni panjang gila sampai esok tak abis!’ Safya menjerit dan merengek pada ayahnya. Tuan Ahmad memandang wajah Safya tanpa berkata apa-apa. Salahnya juga kerana tidak menyangka perkara itu berlaku. Dia tidak tahu-menahu bahawa kaunter MAS telah digabungkan untuk semua penerbangan antarabangsa dan itu menyebabkan cuma satu barisan sahaja dikenakan dengan 5-7 kaunter dibuka.. Terdapat 120 orang dia berkira di depan mereka. Di dalam hatinya Tuan Ahmad berdoa agar Allah menyempatkan anaknya untuk menaiki flight ke lapangan terbang Manchester.

Safya semakin resah memikirkan bukan sahaja begnya yang mungkin terlebih berat, tetapi kerana Anas yang masih belum muncul sehingga kini!

9.30 am

Mata Safya berkaca. Deraian air mata wanitanya tumpah tanpa ditahan. Dia sedar di dalam ruangan menunggu itu terdapat 150 pasang mata yang memerhatikannya. Dia tidak peduli. Dia masih memegang handphone dan berharap nombor Anas yang keluar dari skrin. Hampa. Persetan kau jantan! Kekasih nak bertolak pergi tak ucapkan goodbye pun? Apa kes?

Dia mahu bangkit untuk pergi ke pondok telefon. Dia sedar dia takkan bertemu dengan Anas untuk beberapa lama dan dia ingin mendengar suara lelaki itu sebelum melangkah ke dalam perut kapal terbang MH-081 di hadapannya kini. Tiba-tiba lagu ‘Aduh Salihah’ berkumandang dari speaker kecil Nokia 6680nya.

‘Sayang… kenapa telefon baby lambat sangat….. sayang tahu tak yang baby kene masuk lagi 10 minit? Sayang taukan lepas ni kita kena tunggu beberapa hari sebelum you boleh dengar suara I balik? Sayang tak sayang kat baby ke?’ Safya merajuk dalam gembira. Dia tahu bahawa hubungan yang jauh selalunya tidak berjaya. Namun dia tidak mahu melepaskan Anas.

16 Oktober 2005
3.00 am

You cannot do this to me! I left u barely for a month and now u go out with another girl? I don’t care if she just a friend but you are mine! I tak peduli!!! You have to choose between her and me!’ Sofya menghentak geram telefonnya ke katil. Disembamnya muka ke atas bantal sambil membasahi bantal itu dengan air mata yang laju menderas. She cannot believe it! Anas has cheated on her! Dia tahu yang Anas hanya keluar dengan teman sekuliahnya namun kalau nak keluar pun janganlah keluar berdua. Kan kalau keluar berdua itu yang ketiganya selalunya syaitan! Tak kisahlah kalau dia yang keluar dengan Anas. Dia bertekad untuk kahwin pun dengan Anas.

Tiada langsung penyesalan di hatinya setelah memarahi Anas. Dia yakin Anas akan menelefon kembali setelah beberap hari untuk meminta maaf. Begitulah yang selalu berlaku. Dia yakin Anas sangat menyintai dirinya.

2 Disember 2005.
10.00 pm.
Lutton Park, Manchester.

Bulan mengambang dengan terang malam itu, suasana bandar dapat didengari dari tingkap biliknya. Dia bermenung sambil memerhatikan alam yang jarang ditafakuri. Terbit rasa kekaguman terhadap ciptaan llahi yang indah itu.

Safya menarik nafas lega. Tidak pernah dia setenang itu. Dia tersenyum apabila terkenangkan peristiwa yang berlaku setelah Anas menulis email untuk memutuskan hubungan mereka. Tak sanggup, alasan Anas. Dia masih teringat keadaan dirinya yang nyawa-nyawa ikan dek peristiwa itu. Namun dia bersyukur Allah telah menyelamatkan dirinya.

‘Pia! Apa kau buat ni? Masya Allah!’ Suara jeritan Kak Nana,teman serumahnya menyedarkan dia dari lamunan diri. Dia sudah separa sedar. Lantai di sekeliling dipenuhi oleh warna merah. Dia tidak mengerti warna itu menunjukkan apa. Dia terasa mahu pengsan sahaja.
‘Ya Allah!Apa dah jadi dengan kau ni Pia?’ Dia masih lagi terdengar suara Kak Nana yang cemas. Tetapi dia tidak mengerti kenapa.

‘Hello, emergency. I have a casualty at my flat. She’s loosing a lot of blood. Please send some helps…..’, suara Kak Nana hilang bersama deruan siren yang tiba tidak lama selepas itu.

Dia sedar 2 hari selepas kejadian. Begitulah yang diberitahu oleh Kak Nana. Kak Nana menemaninya sepanjang masa dia berada di situ. Betapa dia rasa bersalah pada Kak Nana dan betapa dia berasa bodoh dengan kejadian yang berlaku.

‘Jangan risau Pia. Kak Nana takkan beritahu mama dan papa Pia pasal perkara ini. Nanti mereka akan risau’, ujar Kak Nana seolah-olah memahami perasaannya.
‘Kak Nana mahu Pia lupakan apa yang telah berlaku.Pia kena mulakan hidup baru. Lepas ini Kak Nana akan jaga Pia supaya Pia takkan experience the same thing again ok?’ Kak Nana memegang tangan kanannya seraya mengangkatnya ke dadanya. Safya ternampak balutan yang agak tebal pada pergelangan tangannya akibat kelaran yang agak dalam. Bila agaknya akan sembuh, dia tidak tahu.
Dia memandang kedua bebola mata Kak Nana yang redup sambil mengangguk memberikan persetujuan.

Segalanya pantas berlaku. Kak Nana telah mengenalkan dia pada sesuatu yang tidak pernah dia rasakan sebelum ini. Keasyikan yang tidak pernah dia alami. Dia telah bertukar menjadi insan yang baru. Siangnya lebih tenteram kerana malamnya dibasahkan sejadahnya dengan airmata. Hujung minggunya tidak lagi pada panggung wayang ataupun kelab, tetapi pada halaqah-halaqah ilmu. Masanya lebih terisi dan seri wajahnya makin terserlah.

Dia teringat kata-kata Kak Nana kepadanya: ‘Cinta pada manusia akan sering buat kita kecewa. Cinta pada Tuhan, akan membuatkan kita bertambah bahagia..Kenapa kita kejarkan cinta manusia yang tidak menjanjikan apa-apa, sedangkan Allah yang pasti mencintai kita takkan pernah menolak cinta kita?’

‘Cinta pada Allah tu juga macam kita cinta pada manusia. Jika kita tidak mengenal Allah,dan berusaha untuk membuat sesuatu yang membuatkan dia senang pada kita, tentulah kita takkan dapat cintakan Allah. Maka, kenalilah Allah.. Rasulullah ada sebut, MAN ‘ARAFA NAFSAHU FAQAD ‘ARAFA RABBAHU; Siapa yang kenal dirinya, dia akan kenal Allah.’

Kenal bagaimana sih? Bukan aku dah cukup kenal diriku sendiri?Dia berdialog sendiri.

Kak Nana terus menyambung, ‘Kenal macam mana? Bukan kenal muka kita macam mana, berat badan berapa, tapi kenal dari mana kita datang, untuk apa kita diciptakan dan dari apa kita diciptakan…’

Kini dia sudah alim akan perkara itu. Dia mahu terus belajar akan ilmu yang telah lama dia abaikan. Dia mahu pendakiannya untuk mengenal dirinya, kelemahan dan kebaikan dirinya semakin meninggi. Dia mahu dapatkan cinta Allah itu dan kekalkannya.

Dia sangat bersyukur, dalam hayatnya, Allah mengizinkan dia mengecapi nikmat cintaNya yang agung.

Teringat dia akan pepatah Rashid Salleh itu dan dia ulanginya bagi dirinya sendiri. ‘Detik aku kenalMu, Ya Allah, detik aku mengenali diriku…’