Allah tahu kite sibuk..

Posted on Updated on

Allah Mengetahui Bahwa Kita Sibuk

Kadang2 memang sangat sesak nafas tiap kali duduk bersandar di atas sofa yang empuk di dalam bilik berkubik empat ini.Seperti biasa terlalu banyak yang berlegar di kepala namun terlalu sedikit masa yang ada. Benar seperti kata artikel di bawah ini, seringkali hati ini kering kerana kurangnya sentuhan ruhiyah. Walaupun hati sangat girang sepanjang hari belajar sesuatu yang baru di klinik, tapi ilmu itu tidak mampu menggantikan kekuatan rohani hasil silah billah. Itulah yang perlu dicari dan kadang2 sukar untuk didisiplinkan dalam diri untuk sentiasa dicari.

Saya sedang buat blok GP skrg. Banyak benda kene tahu tapi pada masa yang sama saya ada essay yang perlu dihantar lagi 15 hari. Final exam pun makin dekat. Saya rasa saya akan jadi macam zombie tak lama lagi..huhuhu…. harapnya iman saya masih lagi mantap dan bertenaga iAllah.. doakan kita semua tetap kukuh dan tsabat di atas jalan Islam ini Ameen..

Di dundee ada 5 pelajar UPM datang buat elektif. Agak seronoklah berkongsi pengalaman mereka di malaysia, banyak benda yang mereka lalui kami tak lalui dan begitulah sebaliknya. Dan rasa agak lega dapat berjumpa mereka untuk bertukar-tukar cerita.

__________________________________________________________________
Sebagai seorang da’i, atau sebagai seorang anggota lembaga yang menamakan dirinya sebagai lembaga da’wah, sudah seharusnyalah ia mempunyai hubungan yang kokoh kuat (quwwatush-shilah) dengan Allah swt.

Ada banyak sarana yang bisa kita jadikan sebagai opsi atau pilihan untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas hubungan tersebut.

Di dalam al mustakhlash fi tazkiyatil anfus Sa’id Hawa rahimahullah menyebutkan 13 sarana yang bisa kita jadikan sebagai wasilah untuk mendekatkan diri kita kepada Allah swt. Mulai dari shalat, zakat-infaq-sedekah, puasa, haji, tilawatul qur’an, dzikrullah, tafakkur alam dan seterusnya.

Meskipun demikian, kita masih sering merasakan adanya kekeringan ruhani, karena kita memang sangat jarang mengalirinya dengan siraman-siraman ruhani yang berupa sarana-sarana tersebut. Atau istilah accu-nya, kita jarang ngeces accu dan baterai ruhani yang kita miliki dengan sarana-sarana Islamiyyah itu tadi.

Alasan yang sering kita kemukakan selalu sama dan klasik: sibuk dan repot alias susah mengatur dan mendapatkan waktu senggang untuk menyiram dan mengecesnya.

Kadangkala, kalau kita sedang berkumpul dengan sesama kader, kita ingat bahwa ruhani kita sedang sangat kekeringan. Namun begitu keluar dari majlis ikhwah, kita kembali lagi menjadi manusia-manusia yang “sibuk”.

Namun, kita perlu mengingat bahwa kesibukan kita tidak berarti meninggalkan langkah-langkah untuk melakukan siraman-siraman dan pengecesan ruhani kita.

Mari kita renungkan bersama firman Allah swt berikut ini:

Sesungguhnya Tuhanmu mengetahui bahwasanya kamu berdiri (sembahyang) kurang dari dua pertiga malam, atau seperdua malam atau sepertiganya dan (demikian pula) segolongan dari orang-orang yang bersama kamu. Dan Allah menetapkan ukuran malam dan siang. Allah mengetahui bahwa kamu sekali-kali tidak dapat menentukan batas-batas waktu-waktu itu, maka Dia memberi keringanan kepadamu, karena itu bacalah apa yang mudah (bagimu) dari Al Qur’an. Dia mengetahui bahwa akan ada di antara kamu orang-orang yang sakit dan orang-orang yang berjalan di muka bumi mencari sebagian karunia Allah; dan orang-orang yang lain lagi yang berperang di jalan Allah, maka bacalah apa yang mudah (bagimu) dari Al Qur’an dan dirikanlah sembahyang, tunaikanlah zakat dan berikanlah pinjaman kepada Allah pinjaman yang baik. Dan kebaikan apa saja yang kamu perbuat untuk dirimu niscaya kamu memperoleh (balasan) nya di sisi Allah sebagai balasan yang paling baik dan yang paling besar pahalanya. Dan mohonlah ampunan kepada Allah; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS Al Muzzammil: 20).

Ayat ini menjelaskan bahwa:

1. Allah swt mengetahui bahwa kemampuan kita dalam berqiyamullail berbeda-beda, ada yang hampir mampu mencapai 2/3 malam, ada yang mampu setengah malam, ada yang sepertiga malam.

2. Allah swt-lah yang membuat ukuran-ukuran siang dan malam.

3. Allah swt mengetahui bahwa kita ini lemah dan tidak akan mampu memenuhi kewajiban (ya, waktu itu qiyamullail setengah malam adalah kewajiban kaum muslimin) itu.

4. Allah swt mengetahui bahwa diantara kita ada yang sakit, ada yang sibuk mencari ma’isyah, ada yang sibuk berperang fi sabilillah.

Meskipun Dia mengetahui kesibukan kita, namun Dia tetap memerintahkan kepada kita untuk:

1. Membaca Al Qur’an (bahkan diulang dua kali) sesuai dengan kemudahan kita.

2. Menegakkan shalat.

3. Membayar zakat, dan

4. Memberikan pinjaman yang baik kepada Allah swt (sedekah dan semacamnya).

5. Banyak-banyak beristighfar.

Artinya, betapapun kesibukan yang melanda kita, kita tidak boleh melupakan tugas menyirami ruhani kita dan mengecesnya dengan berbagai sarana yang ada.

Ada banyak cara yang ditawarkan oleh Islam agar kita tetap bisa mendapatkan kesempatan melakukan siraman dan pengecesan ruhani kita. Diantaranya adalah:

1. Kita harus mensplit waktu-waktu yang kita miliki agar muncul menjadi berbagai macam saat, sehingga di hadapan kita akan muncul sederet waktu yang bisa kita daya gunakan.

Pada suatu kali seorang sahabat yang bernama Hanzhalah bertemu Abu Bakar Ash-Shiddiq radhiyallahu ‘anhu. Begitu bertemu Hanzhalah berkata: Nafaqa Hanzhalah (Hanzhalah menjadi munafiq). Mendengar pernyataan seperti itu Abu Bakar kaget, lalu berkata: “Kenapa? Hanzhalah berkata: “Kalau kita berada di majlis nabi saw seakan kita melihat dengan kepala kita sendiri suasana surga danneraka, akan tetapi begitu ketemu anak-anak, kita lupa semua yang kita rasakan tadi”. Mendengar penjelasan seperti itu Abu Bakar menjawab: “Kalau begitu sama dengan saya”. Singkat cerita keduanya mendatangi nabi saw. Setelah keduanya menceritakan apa yang dirasakannya, nabi saw menjawab: “… Akan tetapi sa-‘ah wa sa-‘ah”. Maksudnya: bagilah (spiltlah) waktumu agar ada saat untuk ini dan ada saat untuk itu. (HR Bukhari).

2. Kita harus pandai memanfaatkan “serpihan-serpihan” waktu yang kita miliki dan mendaya gunakannya untuk melakukan penyiraman dan pengecesan ruhani kita.

Pada suatu hari Rasulullah saw memperingatkan bahaya memaksakan diri sendiri untuk memperbanyak ibadah. Beliau bersabda: “Sesungguhnya agama ini mudah, dan tidak ada yang memberat-beratkan diri sendiri kecuali agama itu akan mengalahkannya, karenanya, luruskan langkah dan kokohkan, berusahalah untuk selalu mendekati (target ideal), bergembiralah (jangan pesimis), dan meminta tolonglah dengan waktu pagi, waktu sore dan sedikit malam”. (HR Bukhari).

Saudara-saudara yang dimuliakan Allah …

3. Terakhir sekali, kita harus pandai-pandai membuat diversifikasi acara (keragaman acara) agar tidak cepat bosan, ingatlah bahwa “sesungguhnya Allah swt tidak bosan sehingga kita bosan, dan bebanilah jiwa ini sesuai dengan kadar kemampuannya, dan bahwasanya amal yang paling dicintai Allah swt adalah yang kontinyu” (HR Ahmad, Abu Daud dan An-nasa-i).

Semoga Allah swt memberikan taufiq, bimbingan dan kekuatan kepada kita untuk istiqamah di atas jalan agama-Nya, amiiin.

Advertisements

5 thoughts on “Allah tahu kite sibuk..

    semutkecil said:
    April 12, 2008 at 8:02 am

    salam aish,

    alhamdulillah rajin juga meng’update’ blog di kala orang lain sibuk dan meninggalkan blog mereka membuat sarang labah-labah.(eventho i do love spider very much, spider is sooo cute!) thanks for your writing and sharing. hehehe. ikutkan hati nak je ke dundee temankan aish, but terpaksa berjuang kat cni-dibumi bertuah ini. insyaAllah akan berkunjung ke sana apabila tugas2 di sini selesai.doakan saya juga!!!

    rindu aish!!!

    ~bukan bidadari syurga~

    muharikah responded:
    April 12, 2008 at 11:37 pm

    rindu juga pada semut kecil… datanglah sini!!! 🙂 daku sedia menantimu sit 🙂

    drmuthiah said:
    April 21, 2008 at 10:08 pm

    sa’ah wa sa’ah..ya,itulah yg terbaik..

    jzkk ukhti atas post yg sgguh mnyentuh hati

    NeenaUmi said:
    April 24, 2008 at 5:34 pm

    Assalamualaikum warahmatullah,

    Aisyah,

    Apa khabar? Pasti sibuk mengulangkaji…

    Apapun makcik doakan kejayaan dan diberkati segala usaha…Amin.

    Wasalam

    muharikah responded:
    April 26, 2008 at 7:17 pm

    JZKK makcik, sebab selalu memberikan saya dorongan dan sokongan.. Moga Allah mudahkan hidup makcik juga… 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s