dakwah ruh dan peresaan

Posted on

 dscn1626.jpg

 kota melbourne di malam hari…

salam all,

sorry lama tak update… internet umah selalu tak stabil.. kejap ada kejap takde… banyak benda nak cite kat semua tapi cam tak sempat-sempat nak tulis… duduk di Malaysia pun tak leh duduk diam… banyak benda nak buat…. tapi semua peristiwa-peristiwa itu indah belaka insyaallah…

ini ana ada terbaca satu artikel seorang ikhwah forwardkan… agak menarik…

moga bermanfaat….

Dakwah: “Ruh dan Perasaan”

Saya pernah diundang sejumlah pemuda ke suatu tempat yang jarak tempuhnya
memakan waktu tiga jam. Sesampainya di sana, mereka menyambut saya sambilduduk. Wajah mereka hambar, perasaannya dingin, dan pandangannya kosong.Kemudian saya diminta bicara oleh seniornya. Saya berbicara di hadapan mereka tanpahati dan ruh. Seusai bicara, ia berterima kasih kepada saya. Lalu saya keluar dengan perasaan seperti baru pulang dari takziah. Saya pulang dengan perasaan yang samaseperti ketika datang. Saya merasa sangat sedih sekali setelah menyaksikan peristiwa ini.

Beberapa hari kemudian datanglah orang yang sama, yang mengundang pertama
kali. Ia ingin mengundang saya untuk yang kedua kalinya. Saya katakan kepadanya, “Saya diundang ke mana?” Pemuda itu menjawab, “Ke tempat ikhwah yang kemarin dulu itu Ustaz!” Saya bertanya lagi, “Apakah mereka itu ikhwah?” la menjawab, “Ya!” Lalu saya katakan, “Mustahil mereka itu me-miliki penghayatan tentang nilai ukhuwah! Bagaimana mereka itu dapat dikatakan ikhwah, jika ketika ada tamu yang datang dengan menempuh perjalanan selama tiga jam, sambil memendam rasa rindu yang membara, dan dengan hati yang lapang saja, mereka menyambut dengan perasaan dingin, sembari duduk bagaikan siswa-siswa di sekolah. Hubungan saya dengan mereka seperti seorang guru dengan murid dalam kelas. Bila pelajar-an usai, maka guru atau murid akan keluar tanpa mem-beri isyarat apa-apa. Tanpa ada perasaan ukhuwah dan tanpa adanya seruan yang menyatukan mereka. Ketika meninggalkan mereka, saya murung dan sedih atas kebekuan perasaan mereka dan hilangnya kehangatan hati mereka. Ketahuilah, sesungguhnya perasaan yang hidup itulah yang menjadi rahsia keberadaan dan kebangkitan kita.”

Akhirnya pemuda itu merasa malu dam bingung, seraya berkata, “Kalau memang
ikhwah tidak menghayati nilai ukhuwah tersebut pada kesempatan yang lalu, maka akan saya ingatkan sehingga mereka dapat memahami pada saat yang akan datang.”

Saya pandangi dia seraya berkata, “Hai Tuanku, sesungguhnya potensi ruhiyah,
sentuhan rasa, kecmtaan pada kebaikan, serta perasaan yang lembut itu tidak akan muncul hanya sekedar dengan peringatan dan perintah. Sadarilah, bahawa yang dapat membangkitkan- nya adalah dengan sentuhan-sentuhan hati yang penuh kasih sayang dan kerinduan yang sangat dalam terhadap pasangan seaqidahnya yang melekat di hati.”

Saya meminta maaf padanya kerana tidak dapat hadir, walaupun saya rindu dan kasihan kepada mereka.

Advertisements

7 thoughts on “dakwah ruh dan peresaan

    afiqawe said:
    July 20, 2007 at 5:00 pm

    Salam.

    Yup.. pernah baca rasanya.. petikan daripada buku – Bagaimana menyentuh Hati..

    az&fa said:
    July 25, 2007 at 12:53 pm

    setuju… 🙂

    eyekneekawai said:
    July 25, 2007 at 4:29 pm

    1- cantik melbourne. subhanallah.

    2- i heard this hadith which goes:

    “souls are like conscripted soldiers. those whom they recognize, they get along with, those whom they don’t recognize, they don’t get along with” (bukhari & muslim)

    3- nak number tepon!! emailkan number akak kt sy. :d

    sarah said:
    July 27, 2007 at 11:27 am

    salam..wah..cantiknye!

    Mustaqim said:
    July 29, 2007 at 1:03 pm

    Salam,..yap…sekadar iklan, utk para da’i, buku Bagaimana menyentuh hati karangan Abbas Assisi byk membantu kita …iA..

    bintangdisyurga said:
    August 28, 2007 at 5:46 pm

    kenapa amik gambar….org tu….

    muharikah responded:
    August 29, 2007 at 4:49 pm

    uniklaaa…. ok apa…. tapi tu je tempat yang ada untuk letak kamera adik saya tu sebab takde tripod. kalau alih tempat lain memang shot dia tak cantik…huhuh… kalau pegang kammera tu nanti gambar tak acntik sebab cahay lampu akan nampak gerak2. sebab tu saya letak atas batu yang ada kat depan sungai tu supaya gambar dia still and memang tangkap gune self timer. not bad for compact camera like nikon. better than mine actually…huhuhu…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s