Menyintai……. pada siapa?

Posted on

Sekiranya kita cinta kepada manusia, tidak semestinya manusia cinta kepada kita .

Tetapi sekiranya kita cinta kepada Allah, nescaya cinta Allah tiada penghujungnya .

Sekiranya kita cinta kepada manusia, kita akan cemburu kepada orang yang menyintai mereka yang kita cintai .

Tetapi sekiranya kita cinta kepada Allah, kita akan turut menyintai mereka yang melabuhkan cintanya kepada Allah juga..

Ya Allah, jika aku jatuh cinta, cintakanlah aku pada seseorang yang melabuhkan cintanya kepadaMu, agar bertambah kekuatanku untuk menyintaiMu ..

Ya Muhaimin, jika aku jatuh cinta, jagalah cintaku padanya agar tidak melebihi cintaku kepadaMu Ya Rabbana, jika aku jatuh hati, jagalah hatiku padanya agar tidak berpaling padaMuYa Rabbul Izzati, jika aku rindu, rindukanlah aku pada seseorang yang merindu syahid dijalanMu.. Amin Ya Rabbal Alamin”

Hadis Riwayat Anas r.s, Rasulullah s.a.w. bersabda, “Tiga perkara, jika terdapat di dalam diri seseorang maka dengan perkara itulah dia akan memperolehi kemanisan iman : seseorang yang mencintai Allah dan rasulNya melebihi segala-galanya, mencintai seseorang kerana Allah, tidak suka kembali kepada kekafiran setalah Allah menyelamatkannya dari kekafiran itu, sebagaimana dia juga tidak suka dicampakkan ke dalam neraka.”

“Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk tunduk hati mereka mengingat Allah dan kepada kebenaran yang telah turun (kepada mereka), dan janganlah mereka seperti orang-orang yang sebelumnya telah diturunkan Al Kitab kepadanya, kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka lalu hati mereka menjadi keras. Dan kebanyakan di antara mereka adalah orang-orang yang fasik.” (57:16)
Advertisements

2 thoughts on “Menyintai……. pada siapa?

    edi said:
    January 2, 2009 at 1:50 am

    Assalamu`alaikum wr wb,,,
    Subhanallah:-) cinta sejati hanya milik Sang Pemilik cinta Robbi…Salam ukhuwah

    salsabila said:
    January 4, 2009 at 2:16 pm

    salam alaik…

    aku merasa nikmatnya cinta Allah setelah diberikanNya aku mehnah hidup maha berat…

    betapa dlm kekeliruan, kejahilan dan keuzuran, Dia masih sudi mentarbiyyahkan aku, dan membuka mata imanku untuk melihat hikmah di balik ujianNya…sungguh aku malu…atas kebodohanku…

    benarlah…hidup hamba akan tawar tanpa ujian dan dugaan, setiap ujian dan dugaan yang dturunkan adalah berat mengikut tingkat kemampuan setiap hamba yang berbeda2.

    ‘manisnya’ ujian adalah kerna itulah petanda kecintaan Maha Besar dari Dia yang memanggil kita untuk kembali dalam kehangatan dakap kasih-sayangNya…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s