Hari penuh bersajak

Saya tak suka,
Bila saya menulis,
Tidak membina pemikiran manusia
Tidak bersaing dengan kritisnya pandangan mereka
Tidak mengubah paradigma pada kehidupan jua

Saya tak suka
Apabila saya berkarya
Hanya sebagai pelepas hawa dan emosi semata
Mencatat hal peribadi yang tidak menyumbang
Kepada jagat manusia

Saya apabila menitipkan tinta
Mahu mereka belajar sesuatu darinya
Mahu islam masuk ke dalam hati mereka
Mahu ubudiyyah bertambah dalam kalbu insaniyah kita semua

Saya mahu menulis
Sepertinya Al-qutb
Ketika menulis di balik jeriji besi
Mengulang fikrah Al-Banna
Dalam bentuk penulisan yang lebih jelas dan menerangi

Saya mahu menulis
Seperti Ar-Razi, seperti AlBiruni, sepertinya Syafie, sepertinya Qardawi
Tulisan mereka adalah penulisan kepada ummah
Mencorakkan hidup manusia di sepanjang zaman,
Manusia beramal dengan tulisan mereka,
Sepertimana mereka beramal dengan ilmu mereka..

Hamka, tunjukkan aku di balik tulisanmu,
Bagaimana mengolah sastera untuk menyebarkan Ad-deen
Ahmad rasyid ajarkan aku kefahaman di dalam dadamu,
Agar aku dapat menjadi sepertimu,
Manusia melangkah maju dengan dakwah,
Kerna terkesan dengan tulisanmu yang mengasyikkan
Dan memberi cahaya di dalam dada mereka


Islam itu terang dan cerah
Lebih cerah dari cahaya matahari di tengah padang pasir yang kontang dan panas

Apalah gunanya penulisan,
Jika tidak membantu manusia
melihat cahaya itu..

Malam semalam salju turun dengan lebatnya di kota dundee tanpa disedari oleh penduduknya yang sedang lena dibuai mimpi. Kesejukan di sini sangat melampau, sehingga tulang jariku terasa mengigil, akibat desakan ‘raynaud’s syndrome’ yang mengganas di sepanjang musim yang berhawa ekstrim ini. Aku tidur dengan lena sehingga tidak sedar salju telah mengencer cair dan hujan mula lebat merintikkkan rahmat Allah di bumi ini..

Air itu menyucikan jalanan dari salji dan lopak2…

Maha suci Allah…

أَلَمْ تَرَ أَنَّ اللَّهَ يُزْجِي سَحَابًا ثُمَّ يُؤَلِّفُ بَيْنَهُ ثُمَّ يَجْعَلُهُ رُكَامًا فَتَرَى الْوَدْقَ يَخْرُجُ مِنْ خِلَالِهِ وَيُنَزِّلُ مِنَ السَّمَاء مِن جِبَالٍ فِيهَا مِن بَرَدٍ فَيُصِيبُ بِهِ مَن يَشَاء وَيَصْرِفُهُ عَن مَّن يَشَاء يَكَادُ سَنَا بَرْقِهِ يَذْهَبُ بِالْأَبْصَارِ (24:43)

Tidakkah engkau melihat bahawa Allah menjadikan awan bergerak perlahan, kemudian mengumpulkannya, lalu Dia menjadikannya bertumpuk-tumpuk, lalu engkau lihat hujan keluar dari celah-celahnya, dan Dia menurunkan ais dari langit, dari gunung-gunung, makan ditimpakannya ais itu kepada sesiapa yang Dia kehendaki dan dihindarkanNya dari siapa yang Dia kehendaki’. ( An-Nur: 43)

Bukti keberadaan Allah berada di mana-mana saja. Cuma kita yang perlu melihatnya dengan pandangan mata hati kita.

Kata Syaikh Ibnu Atho’illah:

‘Alam itu kesemuanya gelap, sedangkan yang meneranginya adalah Al-Haq. Maka sesiapa yang melihat alam ini tetapi tidak melihat Allah di dalamnya atau padanya, samada sesuah ataupun sebelumnya( proses penciptaan dan kehancuran alam ini) maka benar-benar dia telah disilau dari nur cahaya dan tertutup baginya nur makrifat oleh tebalnya awan kepada alam-alam ini’

Maknanya jika seseorang itu apabila melihat sesuatu di alam ini, tanpa memikirkan Allah, maka sebenarnya hati tertutup dari makrifat Allah…

‘Barangsiapa yang tidak diberi cahaya oleh Allah, maka dia tidak akan mempunyai cahaya sedikitpun’ ( 24: 40)

Kenapakan?

Pelik saya pada diri saya sendiri..

Peliknya aku
Pada diriku yang kecewa
Saat terlewatnya kubangun
Dari memerhatikan si salju turun
Membanjiri jalanan dan taman-taman
Rasa keseronokan melihat deburan emputih itu bertebaran.

Walau dalam kesejukan
Salju itu sungguh mempesonakan

Tetapi aku turut lewat dan terlambat
Untuk bertemu Rabbku
Bertahanut dan bersujud padaNya di malam syahdu
Melepaskan rindu dendam
Pada basahan dosa dan zikrullah
Melepaskan bebanan di jiwa
Melapangkan dada di saat pengaduanku bersambut

Dan sungguh Kami telah ciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya dari urat lehernya’ (50:16)

Sungguh Allah lebih tahu akan isi hatiku..

‘Wahai hambaKu kalian semuanya melakukan kesalahan pada malam dan siang hari dan Aku ampuni dosa kalian semuanya, maka mintalah ampun kepadaKu nescaya akan Aku ampuni’ ( Hadis Qudsi)

Mengapa…
Aku kecewa di saat tidak dapat melihat salju
Dan menahan gigilan di saat meramas butirannya
Tetapi aku tidak berasa apa-apa
Di saat aku bangun tetapi sudah terlewat untuk aku
‘Berduaan’ dan memohon ampun padaNya……

‘Wahai hamba-hambaKu yang beriman! Sungguh bumiKu luas, maka sembahlah Aku!’ (29:56)

Alhamdulillah Ya Rab! Kau masih izinkan aku untuk hidup menghirup udara iman dan Islam.

‘Wahai yang membolak balikkan hati, tetapkanlah hatiku di ini didalam AgamaMu!’

Bunga-bunga masih segan untuk menguntum, benihnya sudah panas dieram, cuma menantikan hawa panas berlalu lembut melambai-lambai, menandakan musim bunga sudah memasuki waktu terbit, dan musim sejuk telah melalui waktu senjanya…

Benda yang paling aku sukai sepanjang waktu adalah melihat alam ini dan mengingati Allah sebalik itu…

Advertisements

Author: Muharikah

Dr Aisyah Daie di JalanNya..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s